Beranda Nasional Pemkab Lombok Tengah Koordinasi dengan Kemensos, Siapkan Pembangunan Kembali Kampung Adat Sade

Pemkab Lombok Tengah Koordinasi dengan Kemensos, Siapkan Pembangunan Kembali Kampung Adat Sade

0
BERBAGI
safari ramadan 2025
Koresponden**Pemkab Lombok Tengah Koordinasi dengan Kemensos, Siapkan Pembangunan Kembali Kampung Adat Sade
LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus bergerak melakukan pemulihan Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah daerah yakni berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyiapkan rencana pembangunan kembali rumah adat yang mengalami kerusakan maupun terbakar dalam peristiwa tersebut.
Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., mengatakan saat ini pemerintah masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap jumlah rumah adat yang terdampak. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan pembangunan kembali.
“Rumah adat yang habis terbakar itu semuanya ada sekitar 75 rumah. Tetapi setelah dilakukan verifikasi kembali jumlahnya bisa berubah. Data itu masih akan divalidasi kembali,” kata Pathul saat ditemui di Posko Terpadu Penanganan Bencana Kebakaran Kampung Adat Sade, Selasa (25/8/2026).
Menurut Pathul, pendataan tidak hanya dilakukan terhadap rumah adat. Sejumlah fasilitas umum yang terdampak kebakaran juga menjadi perhatian pemerintah, termasuk tempat ibadah dan fasilitas penunjang lainnya yang berada di kawasan Kampung Adat Sade.
Ia mengatakan komunikasi dengan Kemensos sejauh ini berjalan positif. Pemkab Lombok Tengah berharap dukungan pemerintah pusat nantinya tidak hanya diarahkan untuk pembangunan kembali rumah warga, tetapi juga mencakup fasilitas umum yang terdampak.
“Kita berharap tidak hanya rumah saja yang dibangun kembali oleh Kemensos, tetapi fasilitas umum lainnya juga bisa dibantu,” ujarnya.
Libatkan Tokoh Adat
Pemkab Lombok Tengah memastikan proses pembangunan kembali Kampung Adat Sade tidak akan dilakukan secara sembarangan. Pemerintah akan melibatkan masyarakat dan tokoh adat dalam menentukan bentuk serta jenis rumah yang akan dibangun.
Pembahasan tersebut rencananya dilakukan melalui forum diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD). Langkah ini dinilai penting agar pembangunan kembali tidak menghilangkan karakter arsitektur, nilai adat, serta kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Sade.
“Untuk bentuk dan jenis rumah yang akan dibangun nanti akan dibahas bersama para tokoh masyarakat Sade. Jadi keputusan diambil bersama,” kata Pathul.
Bagi pemerintah daerah, pemulihan Sade bukan sekadar membangun kembali bangunan yang terbakar. Lebih dari itu, proses rehabilitasi harus mampu memastikan kehidupan sosial, budaya, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Kampung Adat Sade selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Karena itu, pemulihan kawasan tersebut juga diharapkan dapat mengembalikan aktivitas masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan Sade sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Selain mempertahankan karakter budaya, aspek keselamatan dan mitigasi bencana juga akan menjadi bagian penting dalam penataan kembali kawasan Sade.
Pathul mengatakan pengalaman dari peristiwa kebakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun kawasan yang lebih aman, baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.
“Penanganan pascakebakaran tidak hanya soal membangun kembali, tetapi juga bagaimana kawasan ini ke depan lebih aman bagi masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah Lalu Ridwan Ma’ruf mengatakan bantuan kepada masyarakat terdampak terus disalurkan sesuai kebutuhan.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat berkoordinasi melalui pemerintah desa maupun posko penanganan yang telah disiapkan.
Pemkab Lombok Tengah memastikan proses pemulihan Kampung Adat Sade akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah menekankan bahwa setiap tahapan harus tetap menempatkan kepentingan masyarakat, kelestarian budaya, kearifan lokal, serta aspek keselamatan sebagai bagian utama.
Dengan semangat #PeduliSade, pemulihan diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik kawasan yang terdampak kebakaran, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kembali Kampung Adat Sade sebagai kawasan adat yang lebih kuat, aman, dan tetap mempertahankan jati diri budaya masyarakatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here