Beranda Budaya Wisata Wabup Lombok Tengah Buka FGD Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan KEK Mandalika. Beberkan...

Wabup Lombok Tengah Buka FGD Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan KEK Mandalika. Beberkan Angka Investasi di Lombok Tengah

0
BERBAGI
Koresponden**Wabup Lombok Tengah Buka FGD Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan KEK Mandalika
Lombok Tengah – Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Dampak dan Keberlanjutan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berlangsung di Kuta Mandalika, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk membahas dampak pembangunan kawasan serta strategi menjaga keberlanjutan investasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan wisata unggulan tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa keberadaan KEK Mandalika telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam menarik investasi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kawasan harus terus didorong dengan tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Pengembangan KEK Mandalika tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Data Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 nilai investasi yang masuk ke Lombok Tengah mencapai sekitar Rp7,3 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor perhotelan mencatat investasi sebesar Rp64,250 miliar, sementara sektor restoran mencapai Rp61,2 miliar.
Angka tersebut menunjukkan tingginya minat investor terhadap sektor pariwisata dan jasa yang berkembang seiring pesatnya pembangunan kawasan Mandalika.
” FGD ini juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan usaha mikro dan kecil, hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya aktivitas investasi dan pariwisata,”katanya.
Para peserta diharapkan dapat mengikuti dengan baik dan hasil diskusi dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan Mandalika.
” Dengan terus bertumbuhnya investasi dan kunjungan wisatawan, KEK Mandalika diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat.”pungkas ketua Golkar DPD 2 Lombok Tengah ini.
Sementara itu, dalam papaarannya, General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, memaparkan perkembangan terkini KEK Mandalika yang menunjukkan tren pertumbuhan positif, baik dari sisi investasi, kunjungan wisatawan, maupun penyerapan tenaga kerja.
Pari Wijaya menjelaskan, hingga April 2026 akumulasi investasi yang telah terealisasi di kawasan KEK Mandalika mencapai Rp6,019 triliun. Investasi tersebut telah mendorong terciptanya 28.092 lapangan kerja serta melibatkan 32 pelaku usaha yang beroperasi di dalam kawasan.
“Pertumbuhan kawasan terus berjalan dengan baik. Sejumlah proyek telah beroperasi dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun tumbuhnya aktivitas usaha,” ujarnya.
Dari sisi pengembangan kawasan, lahan yang telah dikuasai mencapai 1.175 hektare, dengan luas lahan yang telah dimanfaatkan sekitar 301,04 hektare atau setara 39 persen dari total area pengembangan. Rencana pemanfaatan kawasan mencakup 66 persen area pengembangan, 34 persen non-area pengembangan, serta 19 persen area publik dan ruang hijau.
Pari Wijaya juga mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Mandalika terus mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sejak Januari 2025 hingga April 2026 jumlah kunjungan mencapai 1.788.772 wisatawan, atau meningkat sekitar 224 persen dibanding target tahun 2025 yang ditetapkan sebanyak 779 ribu wisatawan.
Menurutnya, peningkatan kunjungan tersebut tidak terlepas dari semakin lengkapnya fasilitas pariwisata dan hadirnya berbagai investasi baru di kawasan Mandalika.
Beberapa proyek yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan antara lain Montana Oceanside Hotel & Komersial, Alangen Food Gallery, Raja Hotel Kuta, Mandalika Beach Club, Lipco Jewelry, SWRO Mandalika, SPBU Mandalika, dan Pawon Nusantara.
Selain itu, pada tahun 2026 terdapat sejumlah investor baru yang mulai masuk ke kawasan, di antaranya PT Sapo Development Lombok (KGHJ 1), PT Sapo Development Lombok (KGHJ 2), serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk (HPL 51).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here