Desa Sukarara, Kecamatan Jongggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menciptakan sejarah baru dalam pelestarian seni budaya adat Sasak dengaan menggelar kegiatan “Begawe Jelo Nyesek,” sebuah acara sehari menenun.
Acara yang dihadiri oleh ribuan penenun ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), menambahkan babak baru dallam warisan budaya Sasak Lombok.
Bupati Lombok Tengah, H. L. Pathul Bahri, menyambut baik kegiatan yang berlangsung di bekas pasar Dasan Baru Desa Sukarara ini. Ia menekankan pentingnya melestarikan seni budaya adat Sasak dan menyatakan apresiasi atas partisipasi ribuan penenun serta kehadiran Gubernur NTB, Ketua Dekranasda NTB, Ketua Dekranasda Papua Pegunungan, serta perwakilan TNI-Polri yang turut menyaksikan acara ini.
“Kegiatan ini dihadiri ribuan penenun, disaksikan Gubernur NTB, Ketua Dekranasda NTB, Ketua Dekranasda Papua Pegunungan, hingga pejabat dari TNI-Polri,” kata Pathul.
Ketua DPW Gerindra NTB ini juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sukarara yang telah mengorganisir kegiatan “Begawe Jelo Nyesek” dengan tujuan memperkuat pelestarian seni budaya adat Sasak di Lombok. Ia menyatakan dukungan penuh pemerintah dan mengapresiasi pencapaian Desa Sukarara dalam memecahkan rekor MURI.
“Kami pemerintah mendukung penuh dan mengapresiasi kegiatan pemecah rekor MURI Begawe Jelo Nyesek yang ada di Desa Sukarara,” ucapnya.
Selaras dengan itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiflimansyah, juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Desa Sukarara dan seluruh panitia acara “Begawe Jelo Nyesek” yang berhasil memperkenalkan budaya tenun Lombok serta mencatat sejarah dengan pemecahan rekor MURI.
“Alhamdulillah, acara Begawe Jelo Nyesek pada hari ini dapat berjalan sesuai harapan, sehingga kedepannya dapat mengangkat dan menunjang perekonomian masyarakat Desa Sukarara khususnya, dan masyarakat NTB pada umumnya,” ujarnya.
Dengan keberhasilan pemecahan rekor MURI dalam kegiatan “Begawe Jelo Nyesek,” Desa Sukarara telah menciptakan tonggak baru dalam upaya melestarikan seni budaya adat Sasak Lombok. Dukungan penuh dari pemerintah serta apresiasi dari berbagai pihak diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokall dan memperkuat identitas kultural masyarakat NTB.