Beranda Publik Politik Ahmad Ziadi: Suhaili Harus Siapkan Regenerasi, Bukan Hanya Dari Keluarganya

Ahmad Ziadi: Suhaili Harus Siapkan Regenerasi, Bukan Hanya Dari Keluarganya

0
BERBAGI
Ahmad Ziadi [AHZ] dalam suatu kesempatan.

Koresponden Koranmerah [Minggu, 2/2/2020]


Ketua DPC Demokrat Lombok Tengah,  Ahmad Ziadi [AHZ]  berharap Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT berlaku seperti bapak yang baik kepada semua pihak dalam memandang suksesi kepemimpinan pasca berakhirnya pemerintahan dirinya.

Menurutnya, Suhaili mempunyai dua peran sekaligus, yakni peran personal dan peran identitas. AHZ menyebutkan dalam konteks peran identitas sebagai bupati Lombok Tengah, maka Suhaili harus bertanggung jawab kepada rakyat dan kepada tuhan. Dimana saat ini, Suhaili berada pada ambang berakhirnya tanggung jawab mengembang amanah yang diberikan oleh rakyat kepada dirinya. Sehingga Suhaili harus mempersiapkan penggantinya untuk melanjutkan pembangunan Lombok Tengah.

” Tanggung jawab selanjutnya, ketika beliu menuntaskan kepimpinannya sebagai umaro di Lombok Tengah, beliu sebagai kebapakan itu, dia harus mempersiapkan regenerasi, bukan hanya dari keluarganya, bukan hanya dari entitasnya, tetapi beliu orang yang majmuk memahami artekulasi berjamaah itu. Bisa saja dari luar itu[keluarga],” kata Bakal Calon Bupati Loteng ini.

Dijelaskannya, sebagai Bupati, Suhaili diwajibkan untuk menyiapkan kader terbaik dari putra putri Lombok Tengah untuk melanjutkan kepemimpinannya. Sebagai bapak bagi Lombok Tengah itulah, AHZ meminta Suhaili berpikir luas dan tidak terjebak pada kepentingan personal semata, tapi mampu melihat kepemimpinan Lombok Tengah pasca dia secara independen berdasarkan azaz pengayoman seorang bapak. Jika itu dilakukan, maka Suhaili akan mendapatkan tempat yang terhormat di mata masyarakat.

” Maka itulah kehormatan yang diberikan kepada seorang Suhaili Fadhil Tahir, jikalau dia mampu membuka peluang kaderisasi dan regenerasi, tidak mesti dari keluarganya. Sekalipun boleh. secara personal, tentu dari keluarganya donk, karena nepotisme itu adalah fitrah,” terang mantan wakil ketua DPRD Loteng ini.

Lebih lanjut, Ketua Karang Taruna Indonesia NTB ini berharap Suhaili lebih mengedepankan peran identitasnya selaku bupati Loteng dalam memandang regenerasi kepemimpinan pasca dia. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menyiap pengganti berdasarkan kebutuhan keberlanjutan pembangunan, pengganti yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas membangun Lombok Tengah pada periode selanjutnya.

” Tetapi disamping dia dari sisi personal, tapi dia punya identitas, nah identitas beliu itu adalah pelaksana tugas Allah di muka bumi yang menjelam menjadi umaro. Umaro yang baik itu menyiapkan perjuangan pembangunan di Lombok Tengah ini bisa dilanjutkan dalam konsep keberlanjutan,” pungkas Sekretaris KONI Loteng ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here