Beranda Uncategorized DPRD Lombok Tengah Soroti Dampak KEK Mandalika, Serapan Tenaga Kerja dan UMKM...

DPRD Lombok Tengah Soroti Dampak KEK Mandalika, Serapan Tenaga Kerja dan UMKM Dinilai Belum Maksimal

0
BERBAGI
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah menggelar sidang paripurna dengan agenda pemandangan Fraksi-Fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2023 yang disampaikan Bupati, beberapa waktu lalu, Rabu 2 November 2022.
koresponden- Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation kembali menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Tengah.
Komisi II DPRD menilai, kontribusi kawasan strategis nasional tersebut terhadap perekonomian daerah masih belum dirasakan secara optimal, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan pelaku UMKM.
Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah, Ferdian Elmansyah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh data rinci mengenai jumlah tenaga kerja lokal yang terserap di kawasan KEK Mandalika. Padahal, kawasan tersebut telah beroperasi sejak 2017 dan diklaim mampu menyerap ribuan tenaga kerja dengan nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah.
“Secara umum, serapan tenaga kerja lokal belum terlihat signifikan. Di sektor perhotelan memang cukup baik, namun secara keseluruhan kami belum mendapatkan data pastinya,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya transparansi data terkait perkembangan investasi dan kontribusi ekonomi kawasan tersebut. Menurutnya, koordinasi antara pihak pengelola dan pemerintah daerah harus diperkuat agar capaian investasi sejalan dengan target pembangunan daerah.
“Kami butuh data yang jelas dan terukur, baik dari sisi nilai investasi, realisasi, maupun dampaknya terhadap daerah,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga menyoroti minimnya dampak KEK Mandalika terhadap pertumbuhan UMKM lokal. Ferdian menilai, keberadaan berbagai event nasional dan internasional di kawasan tersebut, termasuk di Sirkuit Mandalika, seharusnya menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil.
Ia berharap, ruang bagi UMKM lokal dalam berbagai kegiatan seperti bazar dapat dimaksimalkan, sehingga perputaran ekonomi tidak hanya dinikmati oleh investor besar, tetapi juga masyarakat setempat.
“Setiap event harus memberi dampak nyata bagi UMKM. Jangan hanya ramai saat kegiatan berlangsung, tetapi manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” katanya.
DPRD Lombok Tengah juga menekankan pentingnya kontribusi sektor pariwisata di kawasan tersebut terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kehadiran hotel, restoran, dan fasilitas pendukung lainnya diharapkan mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal.
Dengan berbagai catatan tersebut, DPRD berharap pengelolaan KEK Mandalika ke depan dapat lebih inklusif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Lombok Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here