Dalam sambutan Gubernur NTB, M.Zaenul Majdi saat kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke desa Dakung, Lombok Tengah, NTB. TGB menceritakan, dulu NTB menjadi gudang program dari berbagai kegiatan. NTB menjadi lahan NGO dan LSM untuk melaksanakan berbagai program.
Namun menurut TGB, semua program tersebut tidak memiliki dampak yang berkelanjutan. Jika program sudah habis, maka program yang sudah dijalankan tersebut tidak dapat dilanjutkan oleh masyarakat.
“Dulu NTB menjadi gudang program, lahan LSM. Lahan untuk melaksanakan program-programnya, baik lokal maupun yang bekerjsama dengan lembaga lembaga internasional.tetapi hampir 90 persen. Program itu tidak memiliki sustainibitas (berkelanjutan). begitu program itu selesai, yang selesailah semuanya. Yang punya program pulang, pekerjaannya pulang lalu kemudian apa yang dihasilkan itu tidak dapat berlanjut dinikmati oleh masyarakat.” Jelas TGB.
Menurut TGB, tantang terbesar adalah bagaiman program yang sudah dilaksanakan dapat berkelanjutan. Untuk itu perlu dibangun kesadaran masyarakat sehingga program yang ada di tempatnya dapat dilanjutkan ketika program tersebut sudah usai.
“ Tantangannya adalah bagaimana dari program menumbuhkan kesadaran, sehingga lahir gerakan yang tumbuh dari masyarakat.”tambahnya.
Namun demikian, TGB meyakni program yang ada di desa dakung terkait dengan pengentasan stunting atau pertumbuhan tidak normal akibat kekurangan gizi yang sedang digalakkan oleh NGO dan bekerjsama dengan World Bank akan dapat terlaksana dengan baik dan dapat berkelanjutan.
“ Ujungnya adalah gerakan kita semua untuk membanguan kesehatan masyarakat nusa tenggara barat.”tutupnya.