Beranda Budaya Wisata Keberadaan De Balen Soultan Hotel Jadi Role Model Teaching Industry Pendidikan Vokasi

Keberadaan De Balen Soultan Hotel Jadi Role Model Teaching Industry Pendidikan Vokasi

0
BERBAGI
Koresponden** De Balen Soultan Hotel Diproyeksikan Jadi Role Model Teaching Industry Pendidikan Vokasi
LOMBOK – De Balen Soultan Hotel dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu model percontohan (role model) teaching industry dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Konsep yang mengintegrasikan aktivitas bisnis hotel dengan proses pembelajaran dinilai mampu memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata industri.
Pandangan tersebut disampaikan dalam kajian mengenai pengembangan De Balen Soultan Hotel sebagai laboratorium pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga tenaga profesional yang siap bersaing di industri hospitality.
Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Ali Muhtasom mengatakan, teaching industry tidak harus diwujudkan melalui fasilitas yang megah atau sistem yang rumit. Menurutnya, keberhasilan model tersebut justru terletak pada kemampuan menghubungkan proses pembelajaran dengan praktik kerja yang sesungguhnya.
“Teaching industry tidak selalu harus identik dengan fasilitas yang sangat besar atau konsep yang rumit. Yang paling penting adalah bagaimana operasional bisnis benar-benar diintegrasikan dengan proses pembelajaran, bagaimana dosen dan pengelola industri berkolaborasi, bagaimana mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata, dan bagaimana hasil pembelajaran dievaluasi secara berkelanjutan,” ujar Ali, Jumat.
Ia menilai, ketika proses bisnis dan proses belajar berjalan beriringan, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman nyata yang menjadi bekal memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Dosen sekaligus General Manager De Balen Soultan Hotel, Gugung Gumilar, menegaskan bahwa praktik kerja di industri harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dan terhubung langsung dengan kurikulum pendidikan.
“Keberhasilan pembelajaran praktis membutuhkan tujuan pedagogis yang jelas dan keterkaitan erat antara aktivitas kerja dengan kurikulum. Hubungan antara institusi, pengajar, mahasiswa, dan organisasi menjadi faktor penting agar pengalaman praktik tidak sekadar menjadi pengalaman bekerja, tetapi benar-benar menjadi pengalaman belajar,” kata Gugung.
Menurutnya, nilai strategis De Balen Soultan Hotel terletak pada kemampuannya menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai hotel yang melayani tamu dan sebagai wahana pembentukan kompetensi mahasiswa.
Dalam ekosistem tersebut, dosen tidak hanya mengajar di kelas, tetapi hadir langsung di lingkungan industri. Mahasiswa tidak sekadar mempelajari standar pelayanan dari buku, melainkan berinteraksi langsung dengan tamu dan terlibat dalam operasional hotel. Di sisi lain, alumni juga didorong untuk kembali berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran, sementara manajemen hotel tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga pembentukan sumber daya manusia profesional di bidang hospitality.
” Model ini sejalan dengan tantangan pendidikan vokasi saat ini yang menuntut lahirnya lulusan yang kompeten, adaptif, percaya diri, profesional, dan siap memberikan kontribusi sejak hari pertama memasuki dunia kerja,” tandasnya.
Melalui pendekatan tersebut, De Balen Soultan Hotel menawarkan gagasan bahwa industri dapat menjadi bagian dari proses pendidikan, sementara pendidikan Keberadaan De Balen Soultan Hotel Jadi Role Model Teaching Industry Pendidikan Vokasimenjadi kekuatan yang mendorong kemajuan industri. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, model teaching industry ini diyakini berpotensi menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here